Format 48 Tim: Babak Baru dalam Sejarah Piala Dunia
Untuk pertama kalinya sejak 1998, FIFA mengubah wajah turnamen terbesar sepak bola dunia. Edisi 2026 menjadi tonggak ekspansi terbesar — dari 32 menjadi 48 tim peserta.
Keputusan memperluas peserta bukan sekadar soal angka. Ini mencerminkan ambisi FIFA untuk menjangkau pasar baru dan memberi kesempatan lebih banyak negara merasakan panggung dunia.[1] Tiga negara — Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada — menjadi tuan rumah bersama untuk pertama kalinya dalam sejarah.[2]
Mengapa 48 Tim?
Format baru ini membagi peserta ke dalam 12 grup berisi empat tim. Dua tim teratas setiap grup, ditambah delapan peringkat tiga terbaik, melaju ke babak gugur 32 besar.[3] Total pertandingan melonjak dari 64 menjadi 104 — sebuah lonjakan yang membawa konsekuensi logistik maupun komersial.
Bagi negara berkembang di sepak bola, termasuk kawasan Asia Tenggara, perluasan ini membuka peluang historis. Slot zona Asia bertambah signifikan, memberi harapan baru bagi tim-tim seperti Indonesia.[4]
Dampak bagi Penggemar
Lebih banyak tim berarti lebih banyak kisah, lebih banyak kejutan, dan lebih banyak rasa memiliki dari penonton lintas benua. Namun kritik tetap ada: sebagian khawatir kualitas pertandingan fase grup akan menurun.[5]